Ratusan Warga Hadiri Sosialisasi KIE Kreatif 2017 di Kampung Panca Mulia

Panca Mulia, (20/11/2017) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar acara Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KEI) Kreatif 2017 di Kampung Panca Mulia Kecamatan Banjar Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang, Senin (20/11/2017).

Kegiatan ini di hadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Frans Agung Mula Putra, Kepala Bidang Pengendalian Kependudukan BKKBN Provinsi Lampung, BKKBN Kabupaten Tulang Bawang, Camat Banjar Baru dan beberapa Tamu Undangan.

Tamu Undungan dan Warga Kampung Panca Mulia. (Dok. Kampung, photo by Ngudi)

KIE adalah singkatan dari Komunikasi, Informasi, dan Edukasi. KIE Kreatif dilakukan setiap tahun guna mengampanyekan program BKKBN, KIE sendiri lebih dari sekadar mengenalkan, tapi juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). BKKBNm menjalin kemitraan dengan berbagai pihak demi menyukseskan program KKBPK. “Kami mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam program keluarga berencana.

Program Kie Kreatif BKKBN ini adalah sebagai langkah upaya untuk mengedukasi masyarakat dan melibatkan Pemda dalam mengubah pemahaman masyarakat bahwa akan pentingnya program KB, keberhasilan program KB di lapangan banyak ditentukan oleh keikutsertaan dan partisipasi berbagai sektor. Termasuk pemerintah setempat, pihak swasta, lembaga kemasyarakatan, organisasi serta tokoh masyarakat dalam mensukseskan program ini. Keluarga Berencana (KB) merupakan Program yang sudah cukup lama yaitu dua anak cukup dan tidak menikah di usia muda. Idealnya usia menikah Laki-laki 25 Tahun dan Perempuan 21 Tahun.

Kegiatan Sosialisai ini di buka dengan pertunjukan tari sembah dari Kampung Panca Mulia

Tari Sembah yang di pertunjukan dari Kampung Panca Mulia. (Dok Kampung, Photo by Ngudi)

Tari sembah Sigeh Penguten adalah tari tradisional indonesia yang berasal dari propinsi lampung. Tarian ini pada awalnya bernama tari sembah. Namun terlah begitu banyak jenis tarian sembah, maka untuk membedakannya kemudian di bakukan menjadi tari Sigeh Penguten. Namun pada perjalanannya akhirnya di kenal dengan istilah tari sembah sigeh penguten. Tari sembah Sigeh Penguten merupakan tari adat budaya lampung yang berasal dari suku Pepadun. Semula tarian ini di persembahkan untuk menyambut kedatangan para raja dan tamu-tamu istimewa. Sebagai cara menunjukan keramahan dan penghormatan. Mungkin karena hal ini kemudian tari sembah sigeh penguten identik sebagai tari penyambutan. Selain diperagakan diupacara-upacara adat serta upacara penyambutan tamu agung, tari sembah juga sering di peragakan di acara pernikahan adat Lampung, fungsinya tetap sama yaitu sebagai upacara penyambutan untuk para tamu ytari sigeh pengutenang hadir di acara tersebut.

 

Acara dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Wajib Indonsesia Raya dan Mars Keluarga Berencana.

Bidan Kampung Panca Mulia menjadi Dirigen saat menyayikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Keluarga Berencana. (Dok Kampung, photo by Ngudi)

 

Tamu undangan dan warga berdiri saat saat menyayikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Keluarga Berencana. (Dok Kampung, photo by Ngudi)

 

Kepala Kampung Panca Mulia sedang memberi sambutan (Dok Kampung, photo by Ngudi)

Kepala Kampung Panca Mulia dalam sambutannya menuturkan, sangat mendukung program ini dan sangat berterima kasih kepada penyelnggara Sosialisai KIE Kreatif 2017, Karena Kampung Panca Mulia dipilih sebagai tempat untuk Sosialisasi.

Rencananya Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Frans Agung Mula Putra tapi beliau berhalangan hadir karena ada sesuatu hal yang mendadak dan tidak bisa ditinggalkan. Beliau minta ma;af tidak bisa hadir dalam kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KEI) Kreatif 2017 di Kampung Panca Mulia.

Bapak Wawan memberikan Materi Sosialisai KIE Kreatif 2017 (Dok Kampung, Photo by Ngudi)

Keluarga berencana (disingkat KB) adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya. Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua. Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970-an.

Tujuan keluarga berencana (KB)

Tujuan keluarga berencana di Indonesia adalah:

Tujuan umum

  • Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk.

Tujuan khusus

  • Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
  • Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.
  • Meningkatnya kesehatan keluarga berencana dengan cara penjarangan kelahiran

 

Pemateri menyampaikan sosialisasi KIE Kreatif 2017. (Dok Kampung, Photo by Ngudi)

 

Pemateri menyampaikan sosialisasi KIE Kreatif 2017. (Dok Kampung, Photo by Ngudi)

Disela- sela acara ada pertunjukkan tari kreasi dari Bandar Lampung

Tari kreasi dari Bandar Lampung. (Dok Kampung, photo by Ngudi)

 

Pemateri menyampaikan sosialisasi KIE Kreatif 2017. (Dok Kampung, Photo by Ngudi)

Kegiatan ini juga ada sesi tanya jawab,

Peserta Sosialisasi sedang mengajukan pertanyaan. (Dok Kampung, photo by Ngudi)

 

Di penghujung acara ada acara pengundian Door prize, dengan Hadiah Utama HP Android Samsung.

Peserta yang beruntung mendapatkan Door prize. (Dok Kampung, photo by Ngudi).

 

Perserta yang beruntung mendapatkan hadiah Utama Hp Samsung. (Dok Kampung, photo by Ngudi)

 

Foto bersama pemateri sosialisasi KIE Kreatif dengan Kepala Kampung Panca Mulia. (Dok Kampung, photo by Ngudi)
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.