Hujan Terus, Petani Karet Kampung Panca Mulia Mengeluh

Pohon Karet Nampak Basah, setelah semalaman di guyur Hujan. Dokumentasi pancamulya.desa.id | Foto : Ngudi

pancamulya.desa.id, (07/01/2018) – Panca Mulia :  Tanaman karet adalah tanaman tahunan yang dapat tumbuh sampai umur 30 tahun.  Tanaman ini merupakan pohon dengan tinggi tanaman dapat mencapai 15 – 20 meter. Modal utama dalam pengusahaan tanaman ini adalah batang setinggi 2,5 sampai 3 meter dimana terdapat pembuluh latek. Tanaman karet merupakan tanaman perkebunan yang tumbuh di berbagai wilayah di Indonesia. Karet merupakan produk dari proses penggumpalan getah tanaman karet (lateks). Pohon karet normal disadap pada tahun ke empat atau ke lima. Produk dari penggumpalan lateks selanjutnya diolah untuk menghasilkan lembaran karet (sheet), bongkahan (kotak), atau karet remah (crumb rubber) yang merupakan bahan baku industri karet.

Warga Kampung Panca Mulia sebagian besar penghasilannya dari perkebunan karet. Sudah beberapa minggu terakhir dapat dipastikan kalau malam pasti hujan.  Kalau hujan pohon karet basah dan kalau basah tidak bisa disadap, tidak bisa di sadap disini karena getah karet (lateks) tidak bisa mengalir ke tempat penampungan getah karet. Jadi para petani Karet kalau malam hujan nyadapnya pasti siang karena nunggu kering pohon Karetnya. Kalau siang hari nyadap getah karet yang keluar akan berkurang, ini akan berpengaruh pada penghasilan petani. Patani Karet di Kampung Panca Mulia tidak murni hanya menjadi petani karet saja, meraka mempunyai kerjaan sampingan, maka dari itu mereka nyadap karet kebanyakan mulai subuh, karena kalau masih petang getah yang dihasilkan akan lebih banyak, kecuali Kalau malam hari hujan, pagi pasti tidak bisa di sadap pohon karet tersebut.

Tampak seorang petani Karet sedang nyadap getah karet pada siang hari. Dokumentasi pancamulya.desa.id | Foto : Ngudi

Para Petani pada mengeluh kalau malam hari hujan, disamping tidak bisa kerja yang lain getah yang di hasilkan pun sedikit. Mengingat Harga Karet di Kampung Panca Mulia ini juga di bilang pas-pasan. Lapak membeli Karet dari petani kisaran 7 ribu sampai 8 ribu rupiah/ Kg tergantung dari kualitas getah itu sendiri, kadar air juga menjadi faktor harga menjadi lebih murah. “Kalau setiap hari harus nyadap siang, bisa-bisa dapur saya tidak ngebul mas karena gak bisa kerja sampingan, disamping itu dapat getahnya sedikit, harganya juga murah“, kata seorang petani saat admin temui di kebunnya.

Kebun Karet Milik salah satu warga Kampung Panca Mulia nampak basah setelah semalaman di guyur Hujan. Dokumentasi pancamulya.desa.id | Foto : Ngudi

Diharapkan pihak yang terkait untuk dapat memperhatikan nasib para petani karet, dimana pada beberapa tahun terakhir harga karet kurang stabil, ini juga berdampak pada ekomoni para petani karet itu sendiri. setidaknya harga karet bisa naik ditahun 2018 ini, harapan dari petani karet di Kampung Panca Mulia. (ANP)

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.